X

Kandungan dan manfaat Cabe bagi kesehatan

Cabai sepertinya sudah sangat populer dikalangan kita. Tentu Anda semuanya telah mengenal dengan baik varietas sayuran yang satu ini. Cabe atau bernama ilmiah Capsicum annum, merupakan tanaman dari anggota keluarga nightshade, seperti tomat, terong, kentang, dll. Cabai dalam memasak biasa dipergunakan sebagai bumbu penambah rasa pedas, yang sangat disukai oleh sebagian orang. Makanan tak akan berasa jika tanpa cabai, begitu kata para penyukanya.

Cabai kini telah banyak dijual dalam bentuk kering maupun bubuk, sehingga kita tak perlu repot lagu untuk memilih dan menyimpannya. Jika anda membeli segar, cabe mentah yang baik ditandai dengan warnanya yang cerah (hijau, kuning, oranye, merah tergantung pada varietas), dan dengan tangkai yang sehat. Hindari membeli cabai yang ada bintik-bintik hitamnya.

Cara menyimpan cabai segar agar awet adalah disimpan didalam lemari es dengan dimasukkan kedalam kantong plastik, cara ini akan membuat cabai tetap segar selama berminggu-minggu. Cabai kering dapat disimpan pada suhu kamar, dan dalam tempat yang sejuk dan gelap, dan di dalam wadah yang kedap udara maka akan tahan selama berbulan-bulan.

Cabai merupakan sumber vitamin A, B, C dan E , serta ditambah mineral seperti molibdenum, mangan, folat, kalium, thiamin, dan tembaga. Cabai berisi tujuh kali lebih banyak vitamin C dibandingkan dengan jeruk.

Di negara India, cabai telah dimasukkan kedalam obat-obatan Ayurvedic, dan digunakan sebagai tonik untuk menangkal berbagai penyakit. Cabai juga baik untuk membantu melangsingkan tubuh, karena kemampuannya membakar kalori dengan mudah. Cabai juga merangsang nafsu makan, membantu untuk membersihkan paru-paru, dan juga merangsang sistem pencernaan.

Cabai mengandung banyak senyawa kimia yan menakjubkan,  yang diketahui memiliki manfaat untuk pencegahan banyak penyakit .

Cabai mengandung senyawa seperti alkaloid, capsaicin, yaitu yang memberikan  rasa pedas yang kuat. Penelitian awal laboratorium pada hewan percobaan menunjukkan,  bahwa capsaicin memiliki anti-bakteri, anti-karsinogenik, memiliki sifat analgesik dan anti-diabetes. Hal ini juga dapat mengurangi kadar kolesterol HDL pada orang kegemukan.

Cabai merah dan hijau yang segar adalah sumber yang kaya vitamin C-. Pada 100 g cabai segar menyediakan sekitar 143,7 mg , atau sekitar 240%  RDA. Vitamin C adalah antioksidan ampuh yang larut dalam air . Ini diperlukan untuk pembentukan kolagen dalam tubuh. Kolagen adalah protein struktural utama dalam tubuh yang diperlukan untuk menjaga integritas pembuluh darah, kulit, organ, dan tulang. Mengkonsumsi makanan yang  kaya vitamin C dapat membantu tubuh terlindungi dari penyakit kudis, meningkatkan kekebalan, anti radikal bebas pada tubuh.

Cabai juga kaya jenis antioksidan lain,  seperti vitamin A  dan flavonoid seperti ß-karoten, α-karoten, lutein, zea-xanthin, dan cryptoxanthin. Zat antioksidan pada cabai membantu melindungi tubuh dari efek  radikal bebas yang merugikan, yang dapat dihasilkan karena stres, dan kondisi penyakit lain.

Cabai juga mengandung banyak mineral,  seperti kalium, mangan, zat besi, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai co-faktor untuk enzim antioksidan, superoksida dismutase.

Cabai juga termasuk dalam kelompokpenghasil vitamin B-kompleks,  seperti niacin, pyridoxine (vitamin B-6), riboflavin dan thiamin (vitamin B-1). Vitamin ini penting bagi  tubuh, dan harus diperoleh melalui sumber eksternal.

Kandungan tertinggi vitamin dan mineral pada Cabai. Berikut yang disediakan per 100 g Cabai:

  1. 240% vitamin C-(asam askorbat),
  2. 39% vitamin B-6 (pyridoxine),
  3. 32%  vitamin A,
  4. 13%  besi,
  5. 14% tembaga,
  6. 7% kalium,
  7. Non kolesterol.

Berikut kandungan gizi pada cabai , serta beberapa manfaat cabai bagi kesehatan:

Kandungan nutrisi cabai per 100gr penyajian. (Sumber: USDA, National Nutrient data base)

  • Energi 40 Kcal 2%
  • Karbohidrat 8.81 g 7%
  • Protein 1,87 g 3%
  • Total Lemak 0.44 g 2%
  • Kolesterol 0 mg 0%
  • Diet Serat 1,5 g 3%

Vitamin

  • Folat 23 mg 6%
  • Niacin 1,244 mg 8%
  • Asam pantotenat 0,201 mg 4%
  • Pyridoxine 0.506 mg 39%
  • Riboflavin 0,086 mg 6,5%
  • Thiamin 0,72 mg 6%
  • Vitamin A 952 IU 32%
  • Vitamin C 143.7 mg 240%
  • Vitamin E 0,69 mg 4,5%
  • Vitamin K 14 mg 11,5%
Elektrolit
  • Sodium 9 mg 0,5%
  • Kalium 322 mg 7%

Mineral

  • Kalsium 14 mg 1,5%
  • Tembaga 0.129 mg 14%
  • Besi 1.03 mg 13%
  • Magnesium 23 mg 6%
  • Mangan 0,187 mg 8%
  • Fosfor 43 mg 6%
  • Selenium 0,5 mg 1%
  • Seng 0,26 mg 2%
  • Phyto-nutrisi
  • Karoten-ß 534 mg –
  • Karoten-α 36 ug –
  • Cryptoxanthin-ß 40 ug –
  • Lutein-zeaxanthin 709 mg –

Manfaat dan khasiat cabai bagi kesehatan

Capsaicin: Cabai mengandung vitamin C dan Vitamin A mengandung beta-karoten, yaitu jenis antioksidan yang kuat. Antioksidan ini berguna untuk menangkal dampak akibat radikal bebas, sehingga dapat menjaga kulit untuk senantiasa awet muda. Biasanya, bahan-bahan radikal bebas akan ikut dalam sirkulasi tubuh, dan akan menyebabkan kerusakan sel yang besar. Radikal bebas dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang bisa menyebabkan penyakit seperti diabetes.

Detoxicants: Cabai juga bertindak sebagai pendetoks alami, karena dapat membersihkan  limbah dari tubuh kita dan akan meningkatkan asupan nutrisi  ke jaringan tubuh. Cabai juga bertindak sebagai detoxicants pencernaan, sehingga  membantu dalam proses pencernaan makanan.

Penghilang rasa sakit: Cabai akan merangsang pelepasan endorfin yang menimbulkan efek penghilang rasa sakit alami. Karena hal ini, cabai akan mengurangi rasa sakit akibat karena herpes, diabetes, rematik serta kejang otot di bahu.

Antibiotik: Cabai akan mempercepat membawa darah segar ke daerah infeksi, sehingga darah dengan cepat untuk melawan infeksi. Sel-sel darah putih dan leukosit terbetuk karena perang antara darah dan bakteri.

Otak: Capsaicin merangsang otak untuk mengeluarkan endorfin,  dan ini akan memberikan rasa nikmat ketika ditelan. Ini alasan kenapa orang menjadi kecanduan makan cabai, walaupun sebelumnya pernah kapok karena merasa kepedasan.

Kanker: Telah banyak diketahui bahwa,  vitamin C, asam beta-karoten dan folat yang ditemukan dalam cabai mengurangi akan risiko kanker usus besar. Cabai seperti cabai merah mengandung  lycopene cartonoid, yang berguna untuk mencegah penyakit kanker.

Serangan Jantung: cabai mengandung vitamin B6 dan asam folat. Vitamin B mengurangi tingkat homocysteine ​​yang tinggi. Tingkat homocysteine ​​tinggi  dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, dan ini berkaitan dengan risiko  meningkatnya serangan jantung dan stroke.Selain itu, cabai  juga akan mengubah homocysteine ​​menjadi molekul lain yang bermanfaat bagi kadar kolesterol.

Penyakit paru-paru:Cabai membantu mengatasi  hidung tersumbat, dengan jalan meningkatkan metabolisme. Hal inilah yang akan membantu melebarkan saluran udara padaparu-paru yang akan mengurangi asma dan mengi.  Asap r*k ok mengandung zat kimia seperti benzopyrene, yang dapat merusak vitamin A dalam tubuh. Vitamin A dalam cabai akan mengurangi radang paru-paru dan emfisema, yang  disebabkan karena kebiasaan mer*k ok.

Efek samping mengkonsumsi cabai

Begitu besar kandungan  nilai gizi dan manfaat cabai, namun pada beberapa kasus, cabai juga bisa menimbulkan masalah. Untuk itu, batasi konsumsi anda terhadap cabai yang diluar kemampuan tubuh anda.

Yang menimbulkan rasa pedas pada cabai adalah kandungan capsaicin, walaupun bermanfaat, namun ini dimakan dapat menyebabkan iritasi parah, dan rasa panas pada mulut, lidah dan tenggorokan.

Pada awalnya capsaicin dalam cabai akan menimbulkan peradangan,  ketika mulai kontak dengan selaput lendir halus pada rongga mulut, tenggorokan dan perut, sehingga  segera menghasilkan sensasi panas melalui ujung saraf bebas di mukosa. Makan yoghurt yang dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri terbakar, karena yoghurt akan pengenceran konsentrasi capsaicin dan mencegah kontak dengan dinding perut.

Hindari menyentuh mata dengan jari-jari yang terkontaminasi zat dari cabai yang terbuka. Bilas mata terkena cabai, benamkan mata secara menyeluruh dalam air dingin untuk mengurangi iritasi. Cabai juga dapat memperburuk kondisi refluks gastro esofagus (GER) yang ada.

Senyawa kimia tertentu seperti aflatoksin (hasil dari jamur) yang ditemukan pada cabai telah diketahui dapat menyebabkan kanker lambung, hati dan usus. untuk itu, pastikan cabai yang anda dapatkan adalah cabai yang segar dan sehat.

Posting di Update pada March 5, 2014, 12:13 pm