Daftar makanan yang mengandung antioksidan tinggi

Advertisement

Daftar makanan mengandung antioksidan tinggiAntioksidan adalah kekuatan yang melindungi kita dari bermacam penyakit, serta untuk memperlambat proses penuaan. Ini karena Antioksidan bekerja dengan melawan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat membahayakan sel-sel tubuh. Jika kadar antioksidan dalam tubuh Anda rendah, maka stres oksidatif dapat terjadi, dan ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap banyak penyakit termasuk penyakit jantung dan kanker. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menjaga tubuh sehat serta sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka Kita harus mendapatkan banyak antioksidan setiap hari. Antioksidan adalah nutrisi yang  dapat ditemukan dalam banyak jenis buah-buahan dan sayuran,  antioksidan umumnya adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, beta-karoten, flavonoid dan polifenol.

Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan Kita:

1. Buah Beri

Buah-buahan yang berair tidak hanya enak, tapi juga akan membantu untuk melawan penyakit. Blueberry mungkin ukurannya kecil, tetapi manfaatnya kesehatan sangat besar. Bua beri dapat meningkatkan fungsi kognitif,  sekaligus memperkuat kekebalan tubuh kita. Termasuk keluarga berri lainnya, seperti Blackberry, stroberi, raspberry dan cranberry kaya antioksidan.

Sayuran silangan

Kebanyakan sayuran silangan kaya dengan antioksidan serta  mengandung fitonutrien yang dapat membantu untuk memerangi penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker. Sayuran silangan ini termasuk kubis, bunga kol, brokoli,  dan collard hijau. Sayuran ini dapat dimasak, dikukus atau dimakan mentah untuk mendapatkan gizi yang lebih baik.

Sayuran berdaun Hijau Gelap

Sayuran berdaun hijau  sangat baik karena rendah lemak dan kalori, serta mengandung banyak serat, zat besi dan kalsium. Sementara antioksidan yang ditawarkan termasuk vitamin C dan E, lutein dan beta-karoten. Kale, bayam dan swiss chard beberapa contoh sayuran berdaun hijau.

Ikan

Ikan mengandung banyak antioksidan, protein, selenium dan asam lemak omega 3. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Tuna, ikan haring, salmon, trout dan tengiri adalah beberapa ikan yang paling padat nutrisi. Pastikan untuk mempersiapkan mereka dengan baik. Gunakan teknik memasak seperti mengukus, memanggang atau baking, bukan menggorengnya.

3. Anggur Merah

Buah Anggur yang berkulit gelap adalah sumber kaya antioksidan, yaitu penuh dengan flavonoid dan polifenol yang bermanfaat bagi jantung agar sehat. Minuman anggur merah termasuk tinggi antioksidan, namun bukan berarti Anda harus meminumnya sebotol penuh. Dalam rangka untuk menuai keuntungan dari anggur merah, Anda harus membatasi dalam mengkonsumsinya.

4. Kacang

Kacang sangat baik bagi kesehatan, karena bukan hanya kaya  serat, tetapi juga kaya antioksidan. Kacang merah mengandung konsentrasi tertinggi dari antioksidan.

5. Wortel

Wortel, dan sayuran berwarna orange lainnya mengandung beta-karoten, yang membantu tubuh kita dalam memproduksi vitamin A dan melawan kanker. Pastikan untuk menambahkan sayuran warna orange untuk diet Anda!

6. Apel

Apel adalah kudapan yang sempurna, dan juga bisa membantu dalam perawatan gigi .  Vitamin dan antioksidan dalam apel juga tinggi, yang dapat menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Apel merah yang lezat mengandung jumlah tertinggi antioksidan.

7. Kentang

Kentang bisa dimasukkan kedalam bagian dari diet antioksidan. Panggang atau kukus kentang yang kaya antioksidan ini, kemudian menambahkannya ke makanan Anda .

8. Cokelat

Cokelat hitam mengandung antioksidan yang kuat, dan dapat menurunkan tekanan darah. Meski demikian, tak bisa untuk makan cokelat tanpa adanya pembatasan. Hal ini agar diselingi dengan sumber antioksidan lain dari buah atau sayuran. Coklat putih tidak memberikan manfaat yang sama seperti pada cokelat hitam.

Tidak ada yang menjamin pencegahan kanker atau penyakit lainnya. Namun dengan mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan, maka kita telah menempatkan sesuatu untuk melawan penyakit ini. [Referensi: National Cancer Institute: Antioxidants and Cancer Prevention]

Advertisement